Menebar pesona mentari dikala pagi,
Membangkitkan gairah dinding-dinding mati,
Berhias celotehan unggas belantara,
Terngiang hingga tepian politan.....
Meneguk aku pada bibir gelas,
Ditaburi aroma sumatra,
Mendenting mengalir dari piring hitam kusamku,
Sebait lagu storry guru.....
Mendesah jiwa berkado do'a,
Bagi sosok yang kemaren muda bersenjata kapur.
Kau tanamkan lautan makna,
Terpancar dari kekar nya asa,
Terlontar dari bidang nya dada,
Berwasiat pada bibit Baladi.
Kau riuhi kampungku tempo dulu,
Dengan lonceng sepeda kumbang,
Semua tanpak membekas pada wajah desa,
Polesan lipstik prihatin yang sempat tertanam.
Namun kini seakan kau berpikul sara,
Pada era serba tak bersahaja.
Kau canangkan tanam bunga,
- Dibalik biadap liar pemangsa dibelantara sana.....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar